Sabtu, 02 Juli 2016

Detik - detik Musnahnya Hoverboard Seharga Rp 8,3 Juta

IGNIPLEX - Blogger Premium Template Simple and Clean

Baca Juga

Perangkat hoverboard yuang sedang berada di bawah sorotan. Meskipun menyodorkan sesuatu pengalaman mobilitasn terbaru, perangkat ini belum bisa dipastikan keamanannya. Misalnya seperti kebakaran hoverboard di Los Angeles yang satu ini.

Detik - detik Musnahnya Hoverboard Seharga Rp 8,3 Juta

Detik - detik Musnahnya Hoverboard Seharga Rp 8,3 Juta

Dinas pemadam kebakaran Los Angeles menghadapi peristiwa pertama kebakaran hoverboard pada hari Rabu lalu ( 30/12/2015 ), persis beberapa hari sebelum dimulainya larangan membawa perangkat ini dalam kereta Metrolink di seluruh California bagian selatan. Dari Los Angeles Times pada hari Senin (04/01/2016), dalam sebuah video yang diberikan kepada stasiun KTLA, saat itu tampak sebuah hoverboard di tepi jalan di kawasan Koreatown mengeluarkan asap yang begitu tebal dari pinggiran roda - roda. Lalu beberapa saat kemudian terdengar letupan, suara berdesis, dan percikan api.

Sesaat kemudian, petugas polisi bermotor dari LAPD yang saat itu melintas melihat kobaran api dan langsung memanggil pemadam kebakaran. Menurut Erik Scott, “Inilah pertama kalinya ketahuan adanya kejadian kebakaran hoverboard di kota dan untungnya tidak ada yang cedera” ( ungkap jubir dinas tersebut ).

Sesudah ada sejumlah laporan mengenai terbakarnya alat ini. Pihak yang berwajib/berwenang memperingatkan para pengguna untuk menjauhkan alat tersebut dari bahan mudah terbakar dan tidak berlebihan pada saat mengisi baterainya.

Terhitung mulai hari Senin (04/01/2016), para pihak pengelola layanan mengeluarkan tweet agar para penumpang jasa layanan kereta Metrolink tidak diperbolehkan untuk menjalankan/membawa hoverboard atau perangkat serupa lainnya masuk ke dalam kereta.

Pada awal bulan Desember 2015, penerbangan Delta, United, American dan British Airways mengumumkan larangan membawa hoverboard tersebut.

Perusahaan penerbangan Delta mengatakan, bahwa "baterai perangkat itu tidak diberi label yang semestinya dan bisa saja melewati batas daya sampai dengan 160-watt per jam yang diwajibkan pemerintah terkait adalah baterai yang boleh dibawah dalam penerbangan".

“Walaupun kejadiannya sangat memang jarang, baterai-baterai ini bisa saja mendadak kepanasan dan memungkinkan risiko terjadinya bahaya kebakaran,” demikian bunyi pernyataan situs web perusahaan penerbangan tersebut.

Sementara itu, perusahaan penerbangan British Airways juga mengatakan dan melarang hoverboard dalam tas jinjing maupun tas bagasi, “terkait dengan laporan pers tentang potensi risiko kebakaran tersebut dan sehubungan dengan baterai lithium yang dipakai pada hoverboard itu".

Dalam kejadian di Koreatown lalu, kerusakan yang terjadi hanya pada jalur pejalan kaki. Dalam video terlihat para petugas pemadam kebakaran dengan tenang membawa perangkat itu ke tengah jalan dan memadamkan apinya menggunakan APAR.

Sang pemilik perangkat yaitu Delvon Simmons, meratapi kerugiannya, katanya, “Lihatlah alat itu meleleh seluruhnya. Wow ludeslah $600.” Angka itu jika dirupiahkan nilai sekitar Rp 8,3 juta.

Komisi Keselamatan Produk Konsumen sejenis, Yayasan Lembaga Konsumen di Indonesia juga mengeluarkan pengumuman di awal bulan Desember 2015 lalu, bahwa mereka sedang mengkaji penyebab utama kebakaran hoverboard tersebut.
IGNIPLEX - Blogger Premium Template Minimalis Dua Kolom

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya