Sabtu, 02 Juli 2016

Gadis Cantik Ini Jadi PNS Gara Gara Sepatu Roda

IGNIPLEX - Blogger Premium Template Simple and Clean

Baca Juga

Siapa yang sangka melalui olahraga sepatu roda mengantarkan gadis manis asal Kota Semarang ini menjadi PNS di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Gadis Cantik Ini Jadi PNS Gara Gara Sepatu Roda

Gadis Cantik Ini Jadi PNS Gara Gara Sepatu Roda

Karena berkat kegemaran bermain sepatu roda, gadis bernama Ajeng Anindya Prasalita menjadi salah satu PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Provinsi Jawa Tengah.

Semua ini “Berkat meraih medali emas pada PON 2008 lalu, dan saya mendapat rekomendasi menjadi PNS di Dinpora,” ( tutur Ajeng kepada semarangpos.com ) sesuai menerima penghargaan KONI Jateng Award 2015 di Semarang, dikutip semarangpos, pada hari Selasa (29/12/2015).

Ajeng pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim) meraih mendali emas nomor 10.000 point to point.Olahraga sepatu roda ini sudah mendarah daging bagi gadis kelahiran Semarang pada 12 Juli 1990. Pasalnya Ajeng telah menekuni olahraga penuh risiko itu sejak masih kecil.


Saat masih duduk di kelas I sekolah dasar (SD), Ajeng sudah meraih juara ketiga dan waktu kelas IV SD meraih medali perak dan disusul dengan medali perunggu pada eksebisi sepatu roda PON 2000 di Surabaya ( Jatim ).

Prestasi demi prestai terus diraih Ajeng, seperti meraih mendali emas PON 2012 lalu di Riau pada nomor 10.000 point to point. Prestasi paling fenomenal, yakni meraih dua medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2011 di nomor 10.000 point to point dan 5.000 eliminasi. “Saya memang spesialis untuk nomor jarak menengah dan jauh,” (ujar Ajeng)

Untuk meningkatkan keterampilan bermain bersepatu roda, Ajeng bergabung dengan klub sepatu roda Eagle Semarang pada 1996 dan kemudian pindah ke klub sepatu roda Ikos Semarang pada 1998.

Lulusan Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 2014 ini , dia masih memiliki target prestasi yang ingin dicapai yaitu menjadi juara dunia sepatu roda. “Sebelum menjadi juara Asia dan dunia, saya belum akan mundur dari sepatu roda,” ungkap Ajeng.

Menurut Ajeng, lawan yang tangguh di olahraga sepatu roda tingkat dunia adalah atlet dari Korea, Taiwan, dan Tiongkok. “Indonesia masih di peringkat empat, bila bisa menang di Asia secara otomatis bisa juara dunia,” imbuhnya.

Dalam menekuni olahraga yang penuh risiko ini, Ajeng sudah beberapa kali mengalami cedera ringan sampai berat akibat terjatuh saat melesat di jalan menggunakan sepatu roda.

Kakinya sudah pernah dua kali retak, bahkan pada 2013 mengalami pernah patah tangan hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk proses penyembuhan.

Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat Ajeng untuk tetap menekuni olahraga sepatu roda ini. “Cedera sudah risiko, tapi saya tetap terus bermain sepatu roda sampai dapat menggapai juara dunia,” ujarnya. Ajeng saat ini sedang mempersiapkan dirinya untuk membela kontingen Jateng pada PON XIX di Bandung 2016 yang akan datang.
IGNIPLEX - Blogger Premium Template Minimalis Dua Kolom

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya